13-42-04-bc96dd07c34d7d1ccc72432b662ab07f--mental-illness-stigma-the-brain

Ini adalah gambar perbedaan otak antara orang normal dengan orang bipolar.
Mungkin ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak teman-teman yang belum memahami betul apa itu bipolar.
Ya, dari segi kinerja otak saja kita memang sudah berbeda.
Kondisi inilah yang membuat saya tak mampu mengendalikan apa yang tak bisa saya kendalikan.
Banyak orang mengira orang dengan bipolar itu berarti memiliki dua kepribadian berbeda. Padahal pernyataan itu tidaklah tepat.
Tiap manusia pasti memiliki suatu bentuk kepribadian. Kepribadian tersebut dapat berkembang menjadi baik atau buruk tergantung pada apa aja yang telah mempengaruhi perkembangan manusia tersebut. Dan faktornya sangat banyak tentunya.
Faktor yang paling mendominasi tentunya adalah faktor pola asuh. Kemudian baru faktor lingkungan.
Keduanya akan saling mempengaruhi dalam membentuk karakter dan kepribadian seseorang.

Saya mencoba ingin meluruskan istilah “kepribadian ganda” tadi.
Yang sebenarnya terjadi pada orang bipolar yaitu orang bipolar umumnya memiliki dua fase penting yaitu fase naik (episode mania dan fase turun (episode depresi). Apa yang menyebabkan adanya dua fase tersebut?
Hal ini dikarenakan terjadinya ketidakseimbangan neurotransmitter atau zat pengontrol fungsi otak.
Salah satu cara mengontrolnya adalah dengan obat2 yang berfungsi untuk mengontrol kondisi fase tersebut. Diharapakan dengan obat tersebut orang dengan gangguan bipolar bisa menikmati dan menjalani hidup layaknya orang normal.

Namun penggunaan obat saja juga tidak cukup. Butuh dukungan penuh dari keluarga dekat yang bisa menjadi salah satu kunci keberhasilan kesembuhan gangguan bipolar tersebut.

Tidak hanya obat, terapi psikologi atau psikoterapi juga memiliki peran besar. Dengan terapi, pasien bipolar akan diarahkan pada sebuah terapi misalnya terapi perilaku kognitif.
Dengan kondisi saya yang tengah berbadan dua saat ini, tentu psikoterapi jauh lebih aman ketimbang mengkonsumsi obat yang dapat memberi efek buruk pada janin.

Terus semangat untuk sembuh demi calon buah hatiku, suami dan keluargaku.

Bismillah… “I am a bipolar survivor.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s